beranda

Senin, 05 Agustus 2013

part 1

tidak terasa waktu sudah satu tahun heru berada di asrama MSAA. pada malam ini teman-teman heru sudah pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. tinggal heru seorang dikamar memandangi langit-langit dinding putih yang semakin  akrab saja. kenang-kenangan mereka seolah tergambar dari dinding-dinding putih. keceriaan mereka ternyata masih  menyisakan rindu dalam kamar ini. sungguh sangat tidak terbiasa kamar sepi sunyi pada malam ini. kawanan lagu jangkri' menghibur kuping dari kesunyian. pada saat ini waktu mengajak saya mengulang apa yang terjadi selama satu tahun kemaren. segala aktifitas dan kegiatan, guyonan dan canda tawa, susah dan senang semua berkumpul dalam pikiran heru. sementara heru masih disini menunggu detik-detik terakhir meninggalkan asrama.
gedung tinggi menjulur kelangit temani matahari tugas jalankan amanahnya. sorotan sinar matahari dari jendala  membangunkan  tidur selama satu malam.
"aduh,, gak shalat lagi" gerutu bangun tidur.
"makanya jangan malam-malam kalau tidur" fazil menjawab sambil bersih-bersih kamar.
fazil adalah teman saya dari pondok saya dulu. bercerita tentang fazil ,mungin akan mengarahkan kita pada hal yang positif-positif. kenapa begitu ? dia dibesarkan dipondok selama dia masih sekolah dasar sampai lulus aliyah. pegangan agamnya pun sangat kuat dan kental dan jarang sekali meninggalkan apa yang biasa dia lakukan dipondok. selama dipondok dia tidak tinggal diasrama seperti santri lainnya. kenapa begitu?  dia anak dari ustad yang mempunyai tugas mengajar dipondok. fazil  mengambil jurusan psikologi di universitas yang sama dengan aku.
pada masa-masa seperti ini ma'had kembali sepi layaknya kuburan yang ada dikota. tepat setahun kemaren pas heru dan fazil pertama kali menginjakkan kakinya dikampus ini. penuh heran melihat gedung-gedung tinggi yang akan menjadi tempat heru dan fazil kuliah. takjub adalah hal yang ada di pikiran mereka berdua dan sekilas tantangan bersamaan muncul menemani takjub sendiri. dari kota yang jauh menuntut ilmu mereka mempunyai tekanan yang sangat besar untuk berhasil. semuanya dikota ini menjadi hal yang sangat baru bagi mereka. semuanya bebas dan terbuka untuk melakukan apapun baik itu positif dan negatif,  semua tergantung dengan diri kita sendiri.
"tinggi-tinggi ya her" fazil sambil melihat-lihat keatas.
"ya zil, namanya juga uin " jawab heru dengan berlagak tau.
kami berjalan menyusuri indahnya gedung-gedung kampus. mengelilingi, mengabadikan moment-moment ini. tampak banner terbentang tinggi menyambut kedatangan kami. ada satu banner sangat besar dengan kalimat penuh motivasi di gerbang ma'had bertuliskan SELAMAT DATANG PARA PEMIMPIN-PEMIMPIN BANGSA. dalam hati kami para mahasiswa baru menjadi sebuah sambutan sekaligus do'a plus harapan para pemimpin kami.



1 komentar: